Hip-Hop kembali berjaya di Indonesia?
Dua tahun belakangan menjadi tahun yang sangat menyenangkan untuk permusikan Indonesia. Semakin tak tampaknya garis pemisah antara musisi major dan indie semakin membuka kesempatan yang sama bagi seluruh kalangan musisi utamanya kepada mereka yang bergerak di jalur indie. Satu hal yang cukup menarik adalah kemunculan hip-hop di antara genre-genre yang bertebaran. Seperti mengenang era 90an dan 2000 awal dimana hip-hop cukup mendominasi pasar Indonesia. Namun kali ini sangat berbeda dari era sebelumnya. Mereka para rapper yang berkarya sangat di pertanyakan kesungguhannya dalam bermusik.
Siapa yang tidak tahu Young Lex, soerang rapper yang namanya sangat naik daun di tahun ini. Musik videonya telah ditonton jutaan orang di youtube. Apakah dia menjadi sosok yang merepresentasikan hip-hop di Indonesia? saya harap tidak. Coba tengok lagu-lagunya dan apakah anda akan memutar ulang atau hanya sekedar penasaran. Jutaan penonton musik videonya, apakah mereka penggemar musik hip-hop? Saya pikir ada sebagian dari mereka yang penasaran lalu berkata dalam hati "I could do so much better than this shit" atau parahnya lagi spontan berkata "Anjing apaan nih!". Bukan maksud saya menghina tapi saya rasa itu yang dirasakan sebagian penggemar musik hip-hop ketika mendengar musik Young Lex. Siapa lagi sebagian penontonnya? mereka orang-orang yang memang selalu penasaran dengan konten baru di Youtube. Buruknya banyak dari mereka yang masih dibawah umur. Otak polos mereka pun mencerna lagu-lagu itu dan menirukan idola baru mereka itu. Seharusnya konten tersebut diberi batasan umur penonton agar mereka yang dibawah tidak dapat menonton. Namun mereka pasti dengan mudahnya membuat akun baru dengan umur yang dipalsukan. Setidaknya creator telah menunjukan effort untuk menghindari penonton dibawah umur. Musisi memang berhak berkarya sebebas yang mereka mau namun harus ingat batasan. Dan yang paling penting adalah rasa tanggung jawab atas karya tersebut.
Rapper lainnya juga mulai bermunculan mulai dari yang begitu saja sampai mereka yang benar-benar berkualitas. Mungkin mereka berpikir ini kesempatan bagus untuk memamerkan karya mereka di era serba canggih ini. Mereka pun berlomba-lomba untuk berkarya. Dari banyaknya album bagus di tahun 2015 dan 2016 saya tidak bisa menyebutkan satupun album hip-hop. Entah kenapa karena saya pun agak bingung. Opini saya pun jatuh di ketidak seriusan mereka dalam berkarya. Mereka para penggiat hip-hop pastinya berkaca pada Rapper Amerika. Satu hal yang harus jadi catatan adalah permusikan Indonesia dan Amerika jelas berbeda. Di Amerika musisi dengan musik se-aneh apapun pasti ada pendengarnya entah mengapa. Di Indonesia, para penikmat musik tidak se-terbuka itu, kami ingin disuguhi musik yang bagus entah dari genre apapun asalkan bagus. Pasar bisa diciptakan namun pemahaman atas pasar yang sudah tercipta ini harus dimiliki juga. Musisi yang memiliki pasarnya sendiri sangat terlihat persamaannya yaitu matang dan serius. Mungkin itulah yang tidak dimiliki para rapper lokal.
Apakah dengan mulai munculnya para rapper ini membuat hip-hop berjaya di Indonesia? saya rasa belum. Belum ada diantara mereka yang memiliki nama besar (diluar komunitas hip-hop) untuk berbicara tentang diri kita sendiri. Hip-hop merupakan sebuah movement, harusnya roots ini juga disadari oleh rapper lokal untuk berkarya. Berbicaralah tentang apapun memang tidak disalahkan namun kembali lagi, hip-hop era newskool membutuhkan setidaknya satu orang yang dapat berdiri di atas panggung dan seluruh penonton meneriakan hook dan bahkan verse dari lagu-nya. Bagaimana dengan Rich Chigga? Dia salah satu contoh baik untuk para musisi hip-hop. Dia sudah go international dalam artian sebenernya. Jika ditelaah, mengapa dia lebih memilih untuk pasar luar dibanding pasar lokal? Saya pun akan melakukan hal yang sama bila ada di posisi Brian. Dia tau bahwa musiknya belum bisa banyak yang menerima di negeri ini. Kembali kepernyataannya saya sebelumnya, berkarya lah dengan jujur dan serius kelak musik anda akan diterima. Berkaca lah kepada Silampukau, hampir lebih dari separuh karya mereka di album pertama ditujukan kepada komunitas mereka yaitu mayarakat Surabaya. Lalu orang-orang diluar komunitas menyukai-nya dan akhirnya meledaklah mereka.
Meskipun cukup banyak lagu hip-hop banyak terdengar di tahun ini, hip-hop jelas belum dapat bersaing di kancah permusikan Indonesia. Mengapa? ini disebabkan momen yang kurang tepat untuk hip-hop dapat dinikmati di Indonesia. Musik ini dibawa oleh sosok yang kurang tepat. Bila kita lihat, musik video yang jumlah penontonnya jutaan di Youtube, dirilis oleh para kreator Youtube yang pada dasarnya bukan rapper. Apakah itu salah? jelas tidak. Semua orang berhak melakukan apa yang diinginkan termasuk berkarya. Sosok yang benar-benar mengerti apa itu hip-hop dan bagaimana sejarahnya, itulah yang dibutuhkan genre ini untuk dapat kembali bersaing. Pasar yang dimiliki oleh para kreator Youtube ini pun bukan mereka para penikmat musik melainkan para penonton Youtube yang entah benar-benar menyukai musiknya atau artisnya. Namun, hal ini pun memancing munculnya pasar. Para penikmat musik pasti akan menanti rapper berkualitas yang akan muncul setelah fenomena unik ini. Mereka yang memang menggiati musik dengan serius dan berkarya dengan jujur dan tulus. Bukan hanya berbicara tentang bangganya terhadap diri sendiri namun mereka yang kaya akan referensi dalam penulisan lirik. Sehingga membuiat musik ini tidak dipandang sebelah mata oleh para penikmat musik maupun para kritikus di Indonesia. Jumlah pendengar hip-hop semakin meningkat di dunia termasuk Indonesia. Siapa yang tidak tahu Drake? sosok yang mewakili scene hip-hop untuk memperluas pendengar hip-hop di dunia. Kita butuh sosok seperti Drake agar memancing kemunculan rapper seperti Kendrick Lamar disini. Pintu hip-hop telah sedikit terbuka di Indonesia dengan bantuan teknologi yang membuat penikmat musik dapat mendengar musik apapun. Terima kasih juga dengan peran radio yang telah memutarkan lagu-lagu mainstream hip-hop. Sudah saatnya untuk mereka yang benar-benar serius dalam berkarya untuk muncul dipermukaan karena pasar ini telah semakin terbuka di Indonesia oleh mereka para sosok ikut-ikutan.



Komentar
Posting Komentar