Ramuan si Dukun
Entah bagaimana aku mendeskripsikan racikan yang disuguhi oleh sang dukun tanpa mengurangi segala kasiat yang diberikan oleh tiap kandungan didalamnya. Entah berapa kali pula aku menengguk racikan itu sepanjang masa hidupku ini. Entah sadar atau tidak, racikan itu menjelma menjadi darah yang mengalir agar tercipta keseimbangan untuk tubuhku. Perpaduan alat-alat kramat itu menjadi bagian penting dalam proses penciptaan ramuan sang dukun. Bahkan bunyi gentong yang hanya dipukul sebelah kiri dan kanan dengan variasi yang diperagakan begitu merasuk terjal ke lubuk nurani. Bunyi yang diciptakan oleh tiap alat itu memiliki peran dan watak mereka masing-masing. Semuanya tergantung bagaimana sang peramu menginginkannya. Tapi kembali lagi, reaksi tubuh terhadap sebuah ramuan tentunya akan berbeda. Masing-masing punya respon dan dampak yang berbeda. Belum lagi mantra yang dilantutkan si dukun. Banyak ucapan yang kupahami namun terkadang tak ku mengerti apa makna dibalik kumpulan kata, f...







